What are you looking for?

Monthly Archives: Oktober 2023

Webinar Internasional – The Emergence of Nipah Virus Infection : How to Prevent, Detect and Respond

Pusat Infeksi Nasional – RSPI Sulianti Saroso
Menyelenggarakan:
🥇 Webinar Internasional
The Emergence Of Nipah Virus Infection : How To Prevent, Detect and Respond
=========================
🎙️ Sambutan
dr. Alvin Kosasih, Sp.P(K), MKM
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso
🎙️ Pembukaan
dr. Azhar Jaya, SKM, MARS
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI

DR. dr. Maxi Rein Rondonowu, DHSM, MARS
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI
=========================
🎙️ Narasumber
Dr. Edwin C Salvador
Regional Emergency Director (RED), Health Emergency Programme WHO Regional Office for South-East Asia
Introductory Remarks

Dr. Jonathan Epstein 🇺🇸
Vice President for Science and Outreach, EcoHealth Alliance, USA
Topic : Nipah virus epidemiology and ecology: considering the risk of henipavirus emergence in the South East Asia Region

Dr. Pragya D Yadav, FAMS, FNAASc, FIVS 🇮🇳
Scientist F and Group Leader, Indian Council of Medical Research National Institute of Virology, India
Topic : Laboratory diagnosis of Nipah virus infection and testing strategies

Prof. Dr. Tahmina Shirin 🇧🇩
Director of Institute of Epidemiology, Disease Control & Research, Bangladesh
Topic : Nipah virus: Surveillance approaches and outbreak response

Dr. Anoop Kumar 🇮🇳
Director, Critical Care Medicine, Astar MIMS Hospital, Calicut, Kerala, India
Topic : Nipah virus disease – Clinical presentation, management and key considerations for infection, prevention and control

🎙️ MC
– Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed
– dr. Pompini Agustina Sitompul, Sp.P(K)
RSPI Sulianti Saroso

🎙️ Moderator
– Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR
-dr. Siswanto, MPH, DTM
=========================
📆 Kamis, 26 Oktober 2023
⏰ 08.00 – 11.30 WIB
=========================
GRATISS & E-Sertifikat‼️
LIVE ON ZOOM & YOUTUBE

bit.ly/WebinarNipahVirusRSPISS
Meeting ID : 854 4788 8034
Passcode : rspiss

YouTube RSPI Sulianti Saroso
https://www.youtube.com/@SuliantiSarosoHospital

Download Pedoman Pengendalian Penyakit Virus Nipah :

https://bit.ly/PedomanPengendalianPenyakitVirusNipah

The Emergnece of Nipah Virus Infection : How to Prevent, Detect and Respond

Webinar Internasional 

RSPI Sulianti Saroso dan World Health Organization (WHO)

“The Emergence Of Nipah Virus Infection : How To Prevent, Detect and Respond”

🎙️ Sambutan
dr. Alvin Kosasih, Sp.P(K), MKM
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso
🎙️ Pembukaan
dr. Azhar Jaya, SKM, MARS
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI

DR. dr. Maxi Rein Rondonowu, DHSM, MARS
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI

yang diwakili oleh dr. Yudi Pramono, MARS
=========================
🎙️ Narasumber
Dr. Edwin C Salvador
Regional Emergency Director (RED), Health Emergency Programme WHO Regional Office for South-East Asia
Introductory Remarks

Dr. Jonathan Epstein 🇺🇸
Vice President for Science and Outreach, EcoHealth Alliance, USA
Topic : Nipah virus epidemiology and ecology: considering the risk of henipavirus emergence in the South East Asia Region

Dr. Pragya D Yadav, FAMS, FNAASc, FIVS 🇮🇳
Scientist F and Group Leader, Indian Council of Medical Research National Institute of Virology, India
Topic : Laboratory diagnosis of Nipah virus infection and testing strategies

Prof. Dr. Tahmina Shirin 🇧🇩
Director of Institute of Epidemiology, Disease Control & Research, Bangladesh
Topic : Nipah virus: Surveillance approaches and outbreak response

Dr. Anoop Kumar 🇮🇳
Director, Critical Care Medicine, Astar MIMS Hospital, Calicut, Kerala, India
Topic : Nipah virus disease – Clinical presentation, management and key considerations for infection, prevention and control

🎙️ MC
– Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed
– dr. Pompini Agustina Sitompul, Sp.P(K)
RSPI Sulianti Saroso

🎙️ Moderator
– Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR
-dr. Siswanto, MPH, DTM

 

Webinar Internasional – The Emergence of Nipah Virus Infection : How to Prevent, Detect and Respond

Pusat Infeksi Nasional – RSPI Sulianti Saroso
Menyelenggarakan:
🥇 Webinar Internasional
The Emergence Of Nipah Virus Infection : How To Prevent, Detect and Respond
=========================
🎙️ Sambutan
dr. Alvin Kosasih, Sp.P(K), MKM
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso
🎙️ Pembukaan
dr. Azhar Jaya, SKM, MARS
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI

DR. dr. Maxi Rein Rondonowu, DHSM, MARS
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI
=========================
🎙️ Narasumber
Dr. Edwin C Salvador
Regional Emergency Director (RED), Health Emergency Programme WHO Regional Office for South-East Asia
Introductory Remarks

Dr. Jonathan Epstein 🇺🇸
Vice President for Science and Outreach, EcoHealth Alliance, USA
Topic : Nipah virus epidemiology and ecology: considering the risk of henipavirus emergence in the South East Asia Region

Dr. Pragya D Yadav, FAMS, FNAASc, FIVS 🇮🇳
Scientist F and Group Leader, Indian Council of Medical Research National Institute of Virology, India
Topic : Laboratory diagnosis of Nipah virus infection and testing strategies

Prof. Dr. Tahmina Shirin 🇧🇩
Director of Institute of Epidemiology, Disease Control & Research, Bangladesh
Topic : Nipah virus: Surveillance approaches and outbreak response

Dr. Anoop Kumar 🇮🇳
Director, Critical Care Medicine, Astar MIMS Hospital, Calicut, Kerala, India
Topic : Nipah virus disease – Clinical presentation, management and key considerations for infection, prevention and control

🎙️ MC
– Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed
– dr. Pompini Agustina Sitompul, Sp.P(K)
RSPI Sulianti Saroso

🎙️ Moderator
– Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR
-dr. Siswanto, MPH, DTM
=========================
📆 Kamis, 26 Oktober 2023
⏰ 08.00 – 11.30 WIB
=========================
GRATISS & E-Sertifikat‼️
LIVE ON ZOOM & YOUTUBE

bit.ly/WebinarNipahVirusRSPISS
Meeting ID : 854 4788 8034
Passcode : rspiss

YouTube RSPI Sulianti Saroso
https://www.youtube.com/@SuliantiSarosoHospital

Siaga Kasus Monkeypox Ketahui Cara Penanganannya

Apa itu Monkeypox

Monkeypox (Mpox) merupakan penyakit emerging zoonosis yang disebabkan oleh monkeypox virus, termasuk genus Orthopoxvirus.

Tahun 1958 kasus ditemukan pada koloni kera (Denmark) pada tahun 1970 kasus pada manusia (Afrika Tengah dan Barat, transmisi hewan ke manusia dilaporkan penularannya oleh monyet, tikus gambia, tupai dan hewan pengerat lainnya)

Penularan antar manusia dilaporkan pada tahun 2022, terkonfirmasi dari sekitar 100 negara

Di Indonesia telah    dilaporkan 1 kasus  terkonfirmasi Mpox (19 Agustus   2022) dengan Riwayat perjalan ke luar negeri (negara yang banyak ditemukan   kasus MPX), dan pada tahun 2023 telah ditemukan beberapa kasus baru

Transmisi (Penularan)

  1. Penularan dapat terjadi melalui :
  • Kontak langsung dengan hewan ataupun manusia yang terinfeksi
  • Melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut.
  • Ibu hamil yang terinfeksi mpox ke bayi yang dikandungnya
  • Droplet
  1. Virus masuk ke dalam tubuh melalui :
  • Kulit yang luka/terbuka (bisa berupa mikrolesi)
  • Saluran pernapasan
  • Selaput lendir/mukosa (mata, hidung, atau mulut)

Penularan di negara endemis (Mpox Klasik) vs Wabah 2022

  1. Di negara endemis:
  • Mpox bersirkulasi pada hewan mamalia
  • Penularan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, mengolah daging hewan liar, kontak langsung dengan cairan tubuh atau bahan lesi, atau kontak tidak langsung dengan bahan lesi (melalui benda yang terkontaminasi)
  1. Pada wabah 2022 penularan utamanya dari manusia ke manusia.

Penularan dapat melalui:

  • Kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orangyang terinfeksi (ruam, cairan tubuh seperticairan, nanah atau darah dari lesi kulit sangat menular)
  • Kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi (Pakaian,tempat tidur, handuk atau peralatan makan/piring yang telah terkontaminasi virus dari orang yang terinfeksi juga dapat menulari orang lain)

Droplet (dan potensi penularan aerosol dalam jarak dekat pada kontak erat dalam waktu yang lama). Penularan melalui droplet biasanya membutuhkan kontak erat yang lama

Manifestasi Klinis

  • Masa penularan bervariasi → dimulai saat onset gejala sampai krusta mengelupas, dan lapisan kulit baru terbentuk (biasanya antara 2-4 minggu).
  • Masa inkubasi : interval infeksi biasanya 6 – 13 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari
  • Masa infeksi dapat dibagi ke dalam 2 fase:
  1. Fase akut atau prodromal (0 – 5 hari)
  2. Fase erupsi (sekitar 1– 3 hari setelah timbul demam)

Masa infeksi (2 fase) :

  1. Fase akut atau prodromal (0 – 5 hari)
  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)
  • Nyeri punggung
  • Nyeri otot
  • Kelelahan yang terus menerus
  • Dapat terjadi gejala pernapasan (misalnya sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau batuk)
  1. Fase erupsi (sekitar 1– 3 hari setelah timbul demam)
  • Berupa muncul nyaruam atau lesi pada kulit (Lesi kenyal, dalam, berbatas tegas, dan sering mengalami umbilikasi /menyerupai titik di atas lesi)
  • Perubahan lesi berlangsung melalui stadium yaitu makula, papula, vesikel, pustula hingga krusta lalu rontok.
  • Biasanya perlu waktu hingga 3minggu sampai lesi menghilang dan rontok (memasuki fase penyembuhan)

Mpox dapat menyebar melalui kontak langsung kulit ke kulit/ membran mukosa termasuk saat berhubungan seks baik saat berciuman, sentuhan, seks oral, atau penetrasi dengan seseorang yang memiliki gejala.

Ruam pada alat kelamin dan mulut → berkontribusi terhadap penularan selama kontak seksual (Hindari melakukan kontak dengan siapa pun yang memiliki gejala)

Penularan juga dapat terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin (menyebabkan mpox bawaan) atau kontak erat selama dan setelah kelahiran. (Penularan melalui cairan ketuban, ASI atau darah belum diketahui pasti)

Sumber Gambar : dikutip dari WHO, 11 Januari 2023

Lesi Oral , Sumber Gambar: dikutip dari Thornhill JP, et al (2022)

Source: Atlas of mpox lesions: a tool for clinical researchers, 28 April 2023 (WHO)

Kesimpulan

  • Saat ini 2023, Kembali ditemukan beberapa kasus terkonfirmasi mpox di Indonesia
  • Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung, Kontak tidak langsung, dan Kontak erat dalam waktu lama
  • Gambaran klinis semakin berkembang sehingga memerlukan anamnesis yang mendalam dan pemeriksaan PCR untuk menegakkan diagnosis
 
 
Sumber : dr. Ni Luh Putu Pitawati, Sp.DVE
                 ( Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin – RSPI Sulianti Saroso)
Chat Me!
× Ada Yang Bisa Kami Bantu?